Selamat Datang

Ini adalah Blog mengenai Informasi Olahraga dan Berita terkini. Enjoy!

INDONESIA BERLAGA DI AFF SUZUKI CUP 2014

Apakah timnas Indonesia mampu menjuarai AFF 2014 di Vietnam dan Singapura? Temukan beritanya disini

TEKNIK INDUSTRI

Teknik Industri adalah cabang dari ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses.

MANCHESTER UNITED

Saya adalah salah satu fans Manchester United. Blog ini juga akan memunculkan berita terkini MU.

PSMS janji bangkit musim depan?

Tentunya persiapan harus kita lakukan mulai sekarang hingga nantinya kita benar-benar siap menjalani kompetisi,” kata Ketua Umum PSMS Medan Indra Sakti kepada wartawan kemarin.

PSMS tim pertama diverifikasi


(WOL Photo/Austin Antariksa)

JAKARTA - Setelah sempat tertunda dari jadwal yang dirilis PSSI, tim verifikasi dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dipastikan menjalankan tugas memeriksa kesiapan tim peserta kompetisi Liga Super Indonesia mulai Jumat besok.

Menariknya, PSMS Medan menjadi klub pertama yang akan disambangi tim verifikasi AFC tersebut. Sesuai rilis dari Komite Media PSSI, Kamis, Aisher Nikimbaev, Shahin Rahmani, Benjamin Tan, Avin Tee, dan Mahajan Nair akan berada di Stadion Teladan, Jumat pukul 09.00 WIB.

Selama dua jam, tim ini akan memeriksa dokumen yang dimiliki PSMS sebagai salah satu kontestan kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini. Selain itu, mereka juga akan melakukan tanya jawab dengan manajemen maupun pengelola tim Ayam Kinantan.

"PSMS memang menjadi tim pertama yang akan diverifikasi. Harapan kami, tim tersebut siap menjalani verifikasi," ujar Ketua Komite Kompetisi, Sihar Sitorus, kepada Waspada di Sekertariat PSSI, Senayan, Jakarta.

Lebih lanjut, Sihar menambahkan tim dari otoritas sepakbola Asia itu akan memeriksa kesiapan Persiraja Banda Aceh setelah mampir di Kota Medan. Tim verifikasi, sesuai jadwal akan bermalam di Banda Aceh, sebelum melanjutkan tugas ke Semen Padang dan PSPS Pekanbaru.

Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, memastikan pihaknya siap menyambut kedatangan tim verifikasi AFC. Meski begitu, ia mengakui masih ada beberapa bagian dari Stadion Teladan yang belum rampung diperbaiki dan masih dalam proses pengerjaan. Dikatakan, semua pekerjaan tersebut akan siap dalam waktu 10 hari ke depan.

Karena itu, Idris mengaku cukup percaya diri nilai verifikasi PSMS tidak akan berkurang. Hal ini disebabkan, proses pekerjaan masih berjalan dan akan dilihat langsung oleh Aisher Nikimbaev cs.

"Tapi kami masih memiliki Stadion Baharuddin Siregar di Lubuk Pakam sebagai alternatif sekiranya tim verifikasi AFC merasa Stadion Teladan kurang layak. Hanya saja kami masih harus menyampaikan hal ini kepada pengelola stadion tersebut," kata Idris mantap.

Kick off perdana kompetisi musim ini dipastikan akan mulai pada 15 Oktober mendatang atau lewat sehari dari deadline AFC. Mengenai mundurnya jadwal tersebut, Sihar Sitorus memastikan sudah mendapat persetujuan AFC.

"Salah satu alasan AFC bersedia memundurkan deadline kick off adalah dekatnya jadwal tersebut dengan laga Timnas Indonesia kontra Qatar. Belum lagi dengan tertundanya kedatangan tim verifikasi," tegas Sihar.

sumber waspada online

Saha cs Akhirnya datang juga

(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Setelah Pierre Njanka, PSMS Medan tak lagi kedatangan legiun asing. Seleksi Ayam Kinantan yang berlangsung lebih dari dua pekan praktis diikuti pemain lokal. Namun, pemandangan berbeda menghiasi seleksi pada Senin.

Pasalnya, PSMS sudah kedatangan tiga legiun asing. Dua nama yang sebelumnya disebut akan direkrut akhirnya muncul juga, yakni Ikfepua Osas Marvellous Saha dan Stephen Nagbe Mennoh bersama Patricio ‘Pato’ Jimenez. Tidak hanya itu, Haryadi Sanusi (Gresik United) dan Yoseph Ostanika (Bintang Medan) turut mencoba peruntungannya.

Dari legiun asing, Saha dan Pato bukan nama yang asing bagi PSMS. Saha adalah ujung tombak PSMS saat mengarungi Divisi Utama 2009/2010, sedangkan Pato berbaju hijau-hijau PSMS di kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Berbeda dengan Saha dan Mennoh yang memang direkomendasikan pengurus, Pato ikut seleksi karena informasi suporter.

“Saya tahu PSMS punya target di level tertinggi. Selain itu, saya juga punya hubungan erat dengan suporter di sini. Saya selalu kontak dengan mereka yang juga minta saya kembali memperkuat PSMS. Proses kelahiran anak kedua saya juga di Medan. Jadi saya merasa dekat dengan Medan. Karena itu, saya ingin membawa PSMS berprestasi,” ujar Pato.

Soal melewati proses seleksi, Pato tak mempermasalahkannya. Dengan sportif, Pato mengatakan dirinya harus unjuk kemampuan terbaiknya dalam seleksi guna mendapat perhatian pelatih.

“Ini lebih fair, jadi pelatih bisa tentukan pemain yang terbaik untuk tim. Tapi saya tetap berharap banyak bisa memperkuat PSMS kembali,” tukasnya.

Pemain yang sebelumnya memperkuat PSIS Semarang itu tak memungkiri sebenarnya masih ingin berada di Semarang. Namun keputusan merger PSIS dan Semarang United membuat mayoritas pemain harus angkat koper.

“Sebetulnya saya masih ingin bertahan, tapi mereka (PSIS) merger dengan Semarang United sehingga banyak pemain yang harus hengkang,” lanjut Pato yang juga fasih berbahasa Indonesia.

Dengan kedatangan lima pemain baru, total 24 pemain yang mengikuti seleksi di Stadion Kebun Bunga. Meski begitu, seleksi belum juga dipimpin calon pelatih kepala PSMS, Abdul Rahman Gurning. Alhasil, seleksi masih ditangani Suharto dan Roekinoy.

Sumber: waspadaonline

Walikota Medan: Stadion Teladan segera direnovasi



MEDAN - Suara-suara menuntut perbaikan kondisi Stadion Teladan Medan sudah sering terdengar. Keluhan-keluhan selalu terlontar ketika tim tamu menjambangi stadion yang berdiri sejak 1953 ini. Kini tuntutan untuk renovasi semakin nyata.

Aspek infrastruktur menjadi salah satu penilaian dalam verifikasi PSMS Medan sebagai calon peserta kompetisi PSSI musim depan. Jika mau berlaga di level I, Stadion Teladan mutlak harus direnovasi memenuhi standar AFC.

Jawaban dari tuntutan itu mulai terdengar. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, yang hadir saat penandatangan kerjasama PSMS dan Bintang Medan di baru-baru ini, juga mengisyaratkan Teladan harus direnovasi. Ia mengatakan perbaikan harus dilakukan namun secara bertahap.

“Membenahi Stadion Teladan harus dilakukan. PSMS harus punya infrastruktur yang memadai. Meskipun memang harus dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Menjawab hal itu Walikota Medan, Rahudman Harahap mulai mengapungkan janji. Isyarat renovasi Teladan, menurutnya, bakal segera dilakukan. “Kita segera melalukan perbaikan untuk Teladan agar memenuhi persyaratan AFC. Biaya perbaikan akan menggunakan dana dari APBN, sedangkan Pemko Medan hanya menyiapkan fasilitas lain. Untuk itu akan ditampung dalam APBD 2012,” tukas Ketua Umum PSMS itu.

Sementara itu, Sekretaris Umum PSMS, Idris, tadi malam mengatakan, waktu sebulan ke depan kemungkinan cukup untuk memperbaiki sektor lapangan tengah yang merupakan salah satu sektor terburuk. “Sebulan kayaknya cukuplah untuk memperbaiki lapangan tengahnya dulu. Nantinya rumput harus dibongkar dan tanahnya digiling. Hujan akan lebih bagus buat pertumbuhan rumput,” ujarnya.

Meskipun begitu, PSMS tetap menyiapkan langkah alternatif jika nanti tenggang waktu untuk perbaikan Teladan memakan waktu yang panjang. “Yang pasti PSMS tetap homebase di Medan. Paling jauh nanti kita menggunakan Stadion Baharoeddin Siregar di Lubuk Pakam,” tukas pria berdarah Aceh itu.

PSMS berat masuk ISL


(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Misi PSMS meraih satu tiket sebagai kontestan kompetisi Liga Indonesia tahun depan tergolong berat. Lima aspek yang harus dipenuhi sebagai persyaratan yakni finansial, infrastruktur, pendukung, administrasi dan pembinaan usia muda bukan hal yang mudah untuk dipenuhi.

Dari syarat-syarat di atas yang meragukan dari PSMS saat ini adalah finansial dan infrastruktur. Soal pembinaan usia muda, PSMS sudah mulai merintisnya dengan pembentukan PSMS muda (PSMS U-21). Soal pendukung tak diragukan lagi Ayam Kinantan punya ribuan pecinta setia. Lalu soal administrasi, berupa pengesahan berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT), PSMS sudah pernah mendaftarkannya sebagai peserta ISL 2008/2009.

“PSMS sudah berbentuk PT. Itu kita bentuk sebagai syarat sebagai peserta saat kita masih di ISL tiga musim lalu. Hanya saja perlu sedikit pembenahan,” ujar pengurus PSMS, Benny Tomasoa yang pernah menjabat komisaris PSMS.

Nah, finansial dan infrastruktur yang berpeluang mengganjal misi PSMS itu. Seperti diketahui tanpa APBD, PSMS akan kesulitan. Terbukti dengan pasokan 7 miliar APBD, keuangan PSMS tak berada dalam kondisi mewah. Apalagi jika tanpa didukung APBD.

Lalu infrastruktur, PSMS juga tak bisa dikatakan layak. Stadion Teladan sebagai homeground tim dalam kondisi memprihatinkan. Saat ISL 2008, PSMS terpaksa tak punya kandang tetap karena Teladan tak lolos verifikasi.

Renovasi menjadi keharusan. Namun waktu tidak banyak karena 25 Agustus paling lambat klub harus menyerahkan berkas pendaftaran lalu diverifikasi pada 3 September. “Karena itu kami pikirkan untuk menggunakan Stadion Baharoeddin Siregar sebagai alternatif. Untuk merenovasi Teladan lapangan tengahnya saja paling tidak butuh satu setengah bulan,” ujar Sekretaris Umum PSMS, Idris.

PSMS kini hanya memiliki dua opsi. Menjajaki investor tengah dalam proses. Satu opsi lain adalah merger dengan klub LPI yang tentu kuat soal finansial dan legalitas. Yang pasti masyarakat sudah sangat ingin melihat PSMS bertarung di kasta utama kompetisi sepakbola nasional. Keputusan harus dipikirkan secara bijak demi kepentingan orang banyak. Jangan sampai PSMS hanya lulus persyaratan untuk bermain di kasta kedua atau yang terburuk hanya menjadi penonton.

sumber : waspada.com

Suporter: Revolusi pengurus PSMS!

(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Kegagalan PSMS Medan mencapai Superliga dalam dua musim terakhir membuat masyarakat pecinta Ayam Kinantan gerah. Terutama musim ini, disaat harapan terbuka lebar dengan lolosnya PSMS ke babak delapan besar. Untuk itu, tuntutan merevolusi pengurus kembali menggema.

Salah satu yang gencar bersuara adalah Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan. SMeCK kerap melontarkan tuntutan agar dilakukan perubahan di tubuh pengurus maupun manajemen PSMS. Tentunya individu-individu yang duduk di kursi kepengurusan. “Menurut kami, pengurus sekarang memang harus direvolusi. Manajemen juga harus dari pihak yang paham betul cara memajukan PSMS. Kami tahu ini tak mudah, tapi kami siap bantu,” ujar Ketua Umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong, kepada Waspada Online tadi malam.

Satu hal yang menjadi catatan adalah menyoal mendatangkan pemasukan bagi PSMS di luar APBD. Tak dipungkiri selama ini PSMS masih sangat bergantung pada anggaran dari pemerintah daerah. “Pengurus dan manajemen yang ada selama ini masih sebatas paham mengurus bola, tapi tidak paham membuat klub bola yang diurus menjadi klub profit. Maka itu mari kita coba sama-sama untuk menjadikan PSMS sebagai klub yang berhasil lepas dari APBD dan bisa untung dari segi pemasukan,” tukasnya.

Yang tentunya juga perlu disorot adalah penggunaan APBD yang tak pernah ada transparansi. Termasuk pemasukan dari penjualan tiket saat PSMS menggelar laga kandang di Stadion Teladan. Wajar saja jika dugaan-dugaan lantas muncul. “Kalau pakai APBD, harusnya ada laporan yang diketahui publik. Jangan sampai ditutupi seolah-olah memang ada yang tidak beres,” lanjut Nata.

Beredar wacana bakal ada perubahan di struktur kepengurusan setelah Walikota Medan Rahudman Harahap duduk di kursi ketua umum. Terutama di posisi-posisi vital seperti Sekretaris Umum, Ketua Harian, dan lainnya.

sumber : waspada online