Selamat Datang

Ini adalah Blog mengenai Informasi Olahraga dan Berita terkini. Enjoy!

INDONESIA BERLAGA DI AFF SUZUKI CUP 2014

Apakah timnas Indonesia mampu menjuarai AFF 2014 di Vietnam dan Singapura? Temukan beritanya disini

TEKNIK INDUSTRI

Teknik Industri adalah cabang dari ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses.

MANCHESTER UNITED

Saya adalah salah satu fans Manchester United. Blog ini juga akan memunculkan berita terkini MU.

PSMS janji bangkit musim depan?

Tentunya persiapan harus kita lakukan mulai sekarang hingga nantinya kita benar-benar siap menjalani kompetisi,” kata Ketua Umum PSMS Medan Indra Sakti kepada wartawan kemarin.

Walikota Medan: Stadion Teladan segera direnovasi



MEDAN - Suara-suara menuntut perbaikan kondisi Stadion Teladan Medan sudah sering terdengar. Keluhan-keluhan selalu terlontar ketika tim tamu menjambangi stadion yang berdiri sejak 1953 ini. Kini tuntutan untuk renovasi semakin nyata.

Aspek infrastruktur menjadi salah satu penilaian dalam verifikasi PSMS Medan sebagai calon peserta kompetisi PSSI musim depan. Jika mau berlaga di level I, Stadion Teladan mutlak harus direnovasi memenuhi standar AFC.

Jawaban dari tuntutan itu mulai terdengar. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, yang hadir saat penandatangan kerjasama PSMS dan Bintang Medan di baru-baru ini, juga mengisyaratkan Teladan harus direnovasi. Ia mengatakan perbaikan harus dilakukan namun secara bertahap.

“Membenahi Stadion Teladan harus dilakukan. PSMS harus punya infrastruktur yang memadai. Meskipun memang harus dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Menjawab hal itu Walikota Medan, Rahudman Harahap mulai mengapungkan janji. Isyarat renovasi Teladan, menurutnya, bakal segera dilakukan. “Kita segera melalukan perbaikan untuk Teladan agar memenuhi persyaratan AFC. Biaya perbaikan akan menggunakan dana dari APBN, sedangkan Pemko Medan hanya menyiapkan fasilitas lain. Untuk itu akan ditampung dalam APBD 2012,” tukas Ketua Umum PSMS itu.

Sementara itu, Sekretaris Umum PSMS, Idris, tadi malam mengatakan, waktu sebulan ke depan kemungkinan cukup untuk memperbaiki sektor lapangan tengah yang merupakan salah satu sektor terburuk. “Sebulan kayaknya cukuplah untuk memperbaiki lapangan tengahnya dulu. Nantinya rumput harus dibongkar dan tanahnya digiling. Hujan akan lebih bagus buat pertumbuhan rumput,” ujarnya.

Meskipun begitu, PSMS tetap menyiapkan langkah alternatif jika nanti tenggang waktu untuk perbaikan Teladan memakan waktu yang panjang. “Yang pasti PSMS tetap homebase di Medan. Paling jauh nanti kita menggunakan Stadion Baharoeddin Siregar di Lubuk Pakam,” tukas pria berdarah Aceh itu.

PSMS berat masuk ISL


(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Misi PSMS meraih satu tiket sebagai kontestan kompetisi Liga Indonesia tahun depan tergolong berat. Lima aspek yang harus dipenuhi sebagai persyaratan yakni finansial, infrastruktur, pendukung, administrasi dan pembinaan usia muda bukan hal yang mudah untuk dipenuhi.

Dari syarat-syarat di atas yang meragukan dari PSMS saat ini adalah finansial dan infrastruktur. Soal pembinaan usia muda, PSMS sudah mulai merintisnya dengan pembentukan PSMS muda (PSMS U-21). Soal pendukung tak diragukan lagi Ayam Kinantan punya ribuan pecinta setia. Lalu soal administrasi, berupa pengesahan berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT), PSMS sudah pernah mendaftarkannya sebagai peserta ISL 2008/2009.

“PSMS sudah berbentuk PT. Itu kita bentuk sebagai syarat sebagai peserta saat kita masih di ISL tiga musim lalu. Hanya saja perlu sedikit pembenahan,” ujar pengurus PSMS, Benny Tomasoa yang pernah menjabat komisaris PSMS.

Nah, finansial dan infrastruktur yang berpeluang mengganjal misi PSMS itu. Seperti diketahui tanpa APBD, PSMS akan kesulitan. Terbukti dengan pasokan 7 miliar APBD, keuangan PSMS tak berada dalam kondisi mewah. Apalagi jika tanpa didukung APBD.

Lalu infrastruktur, PSMS juga tak bisa dikatakan layak. Stadion Teladan sebagai homeground tim dalam kondisi memprihatinkan. Saat ISL 2008, PSMS terpaksa tak punya kandang tetap karena Teladan tak lolos verifikasi.

Renovasi menjadi keharusan. Namun waktu tidak banyak karena 25 Agustus paling lambat klub harus menyerahkan berkas pendaftaran lalu diverifikasi pada 3 September. “Karena itu kami pikirkan untuk menggunakan Stadion Baharoeddin Siregar sebagai alternatif. Untuk merenovasi Teladan lapangan tengahnya saja paling tidak butuh satu setengah bulan,” ujar Sekretaris Umum PSMS, Idris.

PSMS kini hanya memiliki dua opsi. Menjajaki investor tengah dalam proses. Satu opsi lain adalah merger dengan klub LPI yang tentu kuat soal finansial dan legalitas. Yang pasti masyarakat sudah sangat ingin melihat PSMS bertarung di kasta utama kompetisi sepakbola nasional. Keputusan harus dipikirkan secara bijak demi kepentingan orang banyak. Jangan sampai PSMS hanya lulus persyaratan untuk bermain di kasta kedua atau yang terburuk hanya menjadi penonton.

sumber : waspada.com

Suporter: Revolusi pengurus PSMS!

(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Kegagalan PSMS Medan mencapai Superliga dalam dua musim terakhir membuat masyarakat pecinta Ayam Kinantan gerah. Terutama musim ini, disaat harapan terbuka lebar dengan lolosnya PSMS ke babak delapan besar. Untuk itu, tuntutan merevolusi pengurus kembali menggema.

Salah satu yang gencar bersuara adalah Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan. SMeCK kerap melontarkan tuntutan agar dilakukan perubahan di tubuh pengurus maupun manajemen PSMS. Tentunya individu-individu yang duduk di kursi kepengurusan. “Menurut kami, pengurus sekarang memang harus direvolusi. Manajemen juga harus dari pihak yang paham betul cara memajukan PSMS. Kami tahu ini tak mudah, tapi kami siap bantu,” ujar Ketua Umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong, kepada Waspada Online tadi malam.

Satu hal yang menjadi catatan adalah menyoal mendatangkan pemasukan bagi PSMS di luar APBD. Tak dipungkiri selama ini PSMS masih sangat bergantung pada anggaran dari pemerintah daerah. “Pengurus dan manajemen yang ada selama ini masih sebatas paham mengurus bola, tapi tidak paham membuat klub bola yang diurus menjadi klub profit. Maka itu mari kita coba sama-sama untuk menjadikan PSMS sebagai klub yang berhasil lepas dari APBD dan bisa untung dari segi pemasukan,” tukasnya.

Yang tentunya juga perlu disorot adalah penggunaan APBD yang tak pernah ada transparansi. Termasuk pemasukan dari penjualan tiket saat PSMS menggelar laga kandang di Stadion Teladan. Wajar saja jika dugaan-dugaan lantas muncul. “Kalau pakai APBD, harusnya ada laporan yang diketahui publik. Jangan sampai ditutupi seolah-olah memang ada yang tidak beres,” lanjut Nata.

Beredar wacana bakal ada perubahan di struktur kepengurusan setelah Walikota Medan Rahudman Harahap duduk di kursi ketua umum. Terutama di posisi-posisi vital seperti Sekretaris Umum, Ketua Harian, dan lainnya.

sumber : waspada online

Eks bintang PSMS diincar Bintang Medan

(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Siapa tak kenal Saktiawan Sinaga dan Mahyadi Panggabean. Dua pemain ini merupakan mantan punggawa PSMS, klub kebanggaan kota Medan. Runner-up Liga Indonesia 2007 menjadi kiprah terakhir keduanya bersama Ayam Kinantan. Kini keduanya kembali diisukan kembali ke Medan.

Wacana itu hadir lewat CEO Bintang Medan, Dityo Pramono. Menurutnya Bintang Medan tertarik untuk merekrut kedua pemain tersebut. Kualitas kedua pemain yang kini memperkuat klub Liga Super Indonesia, Semen Padang (Sakti-red) dan Sriwijaya FC (Mahyadi-red) itu menurutnya sangat dibutuhkan Bintang Medan untuk bisa berbicara banyak di kompetisi.

“Kita memang tertarik untuk merekrut kedua pemain itu. Kualitas Sakti dan Mahyadi menjadi pertimbangan kita untuk menariknya ke Medan,” ujar Dityo.

Bintang Medan memang tengah mengincar beberapa nama beken untuk memperbaiki performa tim yang anjlok di putaran pertama. Sebelumnnya striker PSPS Pekan Baru, Herman Dzumafo turut masuk dalam list incaran. Tak terkecuali Donny Fernando Siregar, gelandang PSMS.

Vice President LPI Regional Sumatera-Aceh, Avian Tumengkol saat dikonfirmasi mengenai kabar ini membenarkannya. Perekrutan beberapa mantan pemain PSMS ini dilakukanagar Bintang Medan mendapat tempat di hati masyarakat Medan.

“Ada beberapa eks pemain PSMS yang saya rekomendasikan. Sakti dan Mahyadi salah satunya. Agar Bintang Medan nantinya dianggap sebagai klub kesayangan di Medan selain PSMS. Apalagi mendatangkan mereka tentunya akan membuat Bintang Medan punya kedaerahan yang kuat,” ujarnya.

Ditambahkan Avian, beberapa nama lain yang diincar diantaranya Jecky Pasarella, Fadly Hariri, Legimin Raharjo, dan Supardi. Nama Affan Lubis dan pemain asing asal Brazil Almiro Valadares juga masuk rekomendasi.

“Saat ini kita tengah jajaki secara intens. Tapi semuanya tergantung keputusan pelatih,” ujar Avian.

sumber : waspada online

Dua mantan PSMS gagal seleksi


(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Seleksi pemain Bintang Medan dalam persiapannya menatap putaran kedua Liga Primer Indonesia (LSI) memasuki hari kedua, Rabu. Pelatih Bintang Medan Michael Feichtenbeiner pun mulai melihat gambaran pemain yang akan direkrutnya.

Tiga pemain yang dinyatakan lolos dalam dua hari seleksi di Lapangan Thamrin Graha Metropolitan (TGM) Medan itu adalah Dede Ariandi, Ibrahim, dan Riko. Kepada wartawan, Michael mengatakan ketiga pemain akan menjalani seleksi tahap berikutnya.

Sementara itu, dua mantan pemain PSMS justru gagal memikat perhatian pelatih asal Jerman itu. Kedua pemain yang tidak lulus seleksi itu adalah Azuan Lubis dan Denny Wahyudi. Sebelumnya, Azuan membela PSMS di putaran pertama Divisi Utama 2010/2011 lalu dan Denny merupakan bagian dari skuad musim sebelumnya.

Menurut Michael, dirinya hanya akan memilih pemain-pemain yang benar menonjol dan memiliki kualitas baik. Dengan target memperbaiki posisi klub di klasemen pada putaran kedua nanti membuatnya benar-benar jeli merekrut pemain. Di putaran pertama lalu, Michael hanya menyeleksi pemain asing dan pemain lokal merupakan hasil rekrutan pelatih sebelumnya.

“Kekuatan klub-klub di LPI sama rata. Sekali saja terjungkal, posisi kami bisa melorot jauh. Untuk itu, kami harus mempertahankan konsistensi jika memang ingin berada di posisi yang lebih baik. Tentunya, kami harus punya pemain yang lebih baik di putaran kedua nanti,” ujarnya.

Bagi Michael yang sudah pernah merasakan aroma Bundesliga Jerman itu, sektor belakang menjadi lini yang paling diperhatikan. Pertahanan timnya yang rapuh menjadi salah satu penyebab Bintang Medan terpaku di posisi 13 klasemen sementara.

“Utamanya lini belakang harus kita kuatkan lebih dulu. Untuk itu, harus ada bek-bek tangguh baik pemain lokal maupun asing untuk mendampingi Amine Kamoun,” tandas pria berkacamata itu lagi.

Sumber : waspada online