Selamat Datang

Ini adalah Blog mengenai Informasi Olahraga dan Berita terkini. Enjoy!

INDONESIA BERLAGA DI AFF SUZUKI CUP 2014

Apakah timnas Indonesia mampu menjuarai AFF 2014 di Vietnam dan Singapura? Temukan beritanya disini

TEKNIK INDUSTRI

Teknik Industri adalah cabang dari ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses.

MANCHESTER UNITED

Saya adalah salah satu fans Manchester United. Blog ini juga akan memunculkan berita terkini MU.

PSMS janji bangkit musim depan?

Tentunya persiapan harus kita lakukan mulai sekarang hingga nantinya kita benar-benar siap menjalani kompetisi,” kata Ketua Umum PSMS Medan Indra Sakti kepada wartawan kemarin.

Roberto Bianchi bakal latih PSMS?







                 MEDAN - Genap sebulan, pembentukan skuad PSMS, namun belum juga ada sosok pelatih kepala. Pasca membatalkan kerjasama Abdul Rahman Gurning, praktis Ayam Kinantan memulai kembali pencarian calon suksesor.

Titik terang kini muncul. Pelaksana Teknis, Benny Tomasoa yang baru kembali dari Jakarta menghadiri manager meeting memastikan sosok pelatih dari konsorsium. "Saya sudah bertemu konsorsium dan mereka merekomendasikan pelatih. Konsorsium akan hadir Selasa (15/10) dan disitu semuanya akan lebih jelas," ujar Benny, hari ini.

Namun soal nama, Benny tidak bisa disebutkan secara pasti. "Dia biasa dipanggil Beto. Nama aslinya saya kurang tahu," ujarnya.

Merujuk nama Beto yang dilontarkan Benny hampir dipastikan mengarah ke Roberto Bianchi, eks pelatih Batavia Union. Pelatih asal Brazil itu akrab disapa Beto. " Ya mungkin juga nama yang kalian maksud," ujarnya saat wartawan menyebutkan Roberto Bianchi.

Menilik kapasitas Beto bisa dibilang cukup mumpuni. Ia mampu membawa Batavia Union bersaing di papan atas klasemen. Finish di posisi enam tentu prestasi yang lumayan baik.
​ Selain itu tentunya ia sudah memenuhi persyaratan lisensi minimal A AFC. Beto sudah engantongi sertifikat UEFA PRO. Beto juga tak kalah soal pengalamannya dengan rekam jejak di beberapa klub internasional seperti Zamora FC, Ciuded de Muscia, Mato Grosso de Sul, Bullense, dan Beijing Guoan FC.

Kedatangan calon pelatih dari konsorsium itu dibarengi dengan sinyalemen bakal hadirnya lima pemain baru. Ini sudah menjadi kebiasaan dimana pelatih selalu punya pemain yang direkomendasikannya.

Menanggapi hal ini, bakal Asisten Pelatih PSMS, Roekinoy menyambut positif. "Katanya pelatih baru nanti akan bawa lima pemain. Ya tidak masalah. Tapi akan dilihat juga kemampuannya," kata Roekinoy.

Apalagi PSMS memang membutuhkan tambahan pemain. Total skuad PSMS (masih seleksi-red)berjumlah 20 orang. Belum termasuk Jecky Pasarella dan Alamsyah Nasution yang bergabung belakangan.  Kompetisi dengan jadwal padat tak ayal mengharuskan PSMS melakukan sistem rotasi pemain.

Sumber: waspada online

Sakti kecewa terhadap PSMS



















MEDAN - Sejak lama para pecinta PSMS Medan mendengungkan nama Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean maupun Legimin Raharjo masuk dalam deretan skuad musim depan. Apalagi kesempatan berlaga di Liga Super Indonesia, harusnya membuat PSMS mencari pemain-pemain berkualitas. Namun, PSMS justru mengacuhkan putra daerahnya.

Tak ayal hal ini mengecewakan Sakti. Pascahengkang dari Semen Padang, ia mengharapkan panggilan dari klub yang membesarkannya itu. Namun PSMS tak kunjung menghubunginya hingga akhirnya memilih Mitra Kukar sebagai pelabuhan berikutnya setelah memutuskan mundur dari Arema Indonesia.

“Arema bermasalah jadi saya putuskan tidak jadi ke sana. Sekarang saya di Mitra Kukar,” ujar Sakti.

Padahal tak dipungkiri Sakti, ia akan memprioritaskan PSMS di atas klub-klub peminatnya. Namun tak ada sinyal dari Pengurus PSMS untuk menariknya kembali ke Medan.

“Habisnya PSMS yang tidak mau, apalagi Idris, masak putra daerah yang bermarga tidak dia panggil. Saya tidak dihubungi sama sekali untuk kembali membela PSMS padahal itu prioritas saya jika memang dipanggil,” beber pemain kelahiran 1982 ini.

Ya, sepeninggal membawa PSMS masuk final Divisi Utama 2007 lalu, Saktiawan memang lebih banyak melanglang buana ke berbagai tim elit. Mulai Persik Kediri, Semen Padang hingga kini telah resmi gabung Mitra Kukar.

Kekecewaan Sakti cukup beralasan. Apalagi justru daerah lain yang mau menghargainya. “Yang jelas saya merasa lebih dihargai di daerah lain daripada di daerah sendiri. Itu membuat saya dan mungkin beberapa pemain asli putra daerah lainnya sedih,” lanjutnya.

Begitupun kekecewaannya tak lantas menutupi rasa cintanya yang besar kepada klub berlambang daun tembakau itu. Ia tetap mendoakan PSMS untuk bisa berhasil di Liga Super nanti.

“Ya semoga sukses sajalah untuk PSMS tim tercinta. Sampai jumpa di Liga Super,” ujarnya.

sumber : waspada online

Hasil Verifikasi AFC: Stadion Teladan Lulus Bersyarat



Hasil Verifikasi AFC: Stadion Teladan Lulus Bersyarat
net
Stadion Teladan Medan

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Setelah tertunda dua hari, utusan Asia Football Confederation (AFC) akhirnya melakukan verifikasi faktual terhadap Stadion Teladan Medan, Jumat (30/9/2011).

Verifikasi AFC dilakukan karena Stadion Teladan akan dijadikan homebase kandang bagi tim PSMS Medan, yang mendapat “tiket gratis” dari PSSI untuk ikut dalam Liga Super Indonesia musim ini.

Dalam verifikasi yang dilakukan oleh utusan AFC itu, mereka "menguliti" habis stadion tua tersebut. Nyaris seluruh fasilitas yang menjadi syarat dasar kelayakan AFC tidak dapat dipenuhi. Poin yang menguntungkan PSMS, walau jauh dari level standar, fasilitas-fasilitas itu sudah ada. Bukan tidak ada sama sekali.

Hal ini pulalah yang membuat AFC memberikan keputusan melegakan, Stadion Teladan lolos dengan syarat. Artinya, masih bisa digunakan untuk pertandingan liga, namun manajemen PSMS harus memberikan laporan perbaikan paling lambat pertengahan bulan mendatang.

Dengan kata lain, walau dinyatakan lolos, Stadion Teladan tetap perlu dirombak habis.

SUMBER : Tribunnews.com

PSMS tim pertama diverifikasi


(WOL Photo/Austin Antariksa)

JAKARTA - Setelah sempat tertunda dari jadwal yang dirilis PSSI, tim verifikasi dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dipastikan menjalankan tugas memeriksa kesiapan tim peserta kompetisi Liga Super Indonesia mulai Jumat besok.

Menariknya, PSMS Medan menjadi klub pertama yang akan disambangi tim verifikasi AFC tersebut. Sesuai rilis dari Komite Media PSSI, Kamis, Aisher Nikimbaev, Shahin Rahmani, Benjamin Tan, Avin Tee, dan Mahajan Nair akan berada di Stadion Teladan, Jumat pukul 09.00 WIB.

Selama dua jam, tim ini akan memeriksa dokumen yang dimiliki PSMS sebagai salah satu kontestan kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini. Selain itu, mereka juga akan melakukan tanya jawab dengan manajemen maupun pengelola tim Ayam Kinantan.

"PSMS memang menjadi tim pertama yang akan diverifikasi. Harapan kami, tim tersebut siap menjalani verifikasi," ujar Ketua Komite Kompetisi, Sihar Sitorus, kepada Waspada di Sekertariat PSSI, Senayan, Jakarta.

Lebih lanjut, Sihar menambahkan tim dari otoritas sepakbola Asia itu akan memeriksa kesiapan Persiraja Banda Aceh setelah mampir di Kota Medan. Tim verifikasi, sesuai jadwal akan bermalam di Banda Aceh, sebelum melanjutkan tugas ke Semen Padang dan PSPS Pekanbaru.

Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, memastikan pihaknya siap menyambut kedatangan tim verifikasi AFC. Meski begitu, ia mengakui masih ada beberapa bagian dari Stadion Teladan yang belum rampung diperbaiki dan masih dalam proses pengerjaan. Dikatakan, semua pekerjaan tersebut akan siap dalam waktu 10 hari ke depan.

Karena itu, Idris mengaku cukup percaya diri nilai verifikasi PSMS tidak akan berkurang. Hal ini disebabkan, proses pekerjaan masih berjalan dan akan dilihat langsung oleh Aisher Nikimbaev cs.

"Tapi kami masih memiliki Stadion Baharuddin Siregar di Lubuk Pakam sebagai alternatif sekiranya tim verifikasi AFC merasa Stadion Teladan kurang layak. Hanya saja kami masih harus menyampaikan hal ini kepada pengelola stadion tersebut," kata Idris mantap.

Kick off perdana kompetisi musim ini dipastikan akan mulai pada 15 Oktober mendatang atau lewat sehari dari deadline AFC. Mengenai mundurnya jadwal tersebut, Sihar Sitorus memastikan sudah mendapat persetujuan AFC.

"Salah satu alasan AFC bersedia memundurkan deadline kick off adalah dekatnya jadwal tersebut dengan laga Timnas Indonesia kontra Qatar. Belum lagi dengan tertundanya kedatangan tim verifikasi," tegas Sihar.

sumber waspada online

Saha cs Akhirnya datang juga

(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Setelah Pierre Njanka, PSMS Medan tak lagi kedatangan legiun asing. Seleksi Ayam Kinantan yang berlangsung lebih dari dua pekan praktis diikuti pemain lokal. Namun, pemandangan berbeda menghiasi seleksi pada Senin.

Pasalnya, PSMS sudah kedatangan tiga legiun asing. Dua nama yang sebelumnya disebut akan direkrut akhirnya muncul juga, yakni Ikfepua Osas Marvellous Saha dan Stephen Nagbe Mennoh bersama Patricio ‘Pato’ Jimenez. Tidak hanya itu, Haryadi Sanusi (Gresik United) dan Yoseph Ostanika (Bintang Medan) turut mencoba peruntungannya.

Dari legiun asing, Saha dan Pato bukan nama yang asing bagi PSMS. Saha adalah ujung tombak PSMS saat mengarungi Divisi Utama 2009/2010, sedangkan Pato berbaju hijau-hijau PSMS di kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009. Berbeda dengan Saha dan Mennoh yang memang direkomendasikan pengurus, Pato ikut seleksi karena informasi suporter.

“Saya tahu PSMS punya target di level tertinggi. Selain itu, saya juga punya hubungan erat dengan suporter di sini. Saya selalu kontak dengan mereka yang juga minta saya kembali memperkuat PSMS. Proses kelahiran anak kedua saya juga di Medan. Jadi saya merasa dekat dengan Medan. Karena itu, saya ingin membawa PSMS berprestasi,” ujar Pato.

Soal melewati proses seleksi, Pato tak mempermasalahkannya. Dengan sportif, Pato mengatakan dirinya harus unjuk kemampuan terbaiknya dalam seleksi guna mendapat perhatian pelatih.

“Ini lebih fair, jadi pelatih bisa tentukan pemain yang terbaik untuk tim. Tapi saya tetap berharap banyak bisa memperkuat PSMS kembali,” tukasnya.

Pemain yang sebelumnya memperkuat PSIS Semarang itu tak memungkiri sebenarnya masih ingin berada di Semarang. Namun keputusan merger PSIS dan Semarang United membuat mayoritas pemain harus angkat koper.

“Sebetulnya saya masih ingin bertahan, tapi mereka (PSIS) merger dengan Semarang United sehingga banyak pemain yang harus hengkang,” lanjut Pato yang juga fasih berbahasa Indonesia.

Dengan kedatangan lima pemain baru, total 24 pemain yang mengikuti seleksi di Stadion Kebun Bunga. Meski begitu, seleksi belum juga dipimpin calon pelatih kepala PSMS, Abdul Rahman Gurning. Alhasil, seleksi masih ditangani Suharto dan Roekinoy.

Sumber: waspadaonline